Jakarta, 15 Januari 2026 – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) merilis hasil survei perdana Kadin Indonesia Business Pulse untuk kuartal IV 2025, yang menunjukkan bahwa sentimen positif pelaku usaha lebih dominan dibandingkan sentimen negatif. Survei ini merupakan inisiatif baru dari Kadin Indonesia Institute untuk menangkap secara cepat perkembangan dunia usaha nasional terkait persepsi kondisi bisnis, tantangan, dan prospek ekonomi menuju 2026.

Survei yang dilaksanakan pada 1–23 Desember 2025 dengan melibatkan 155 responden anggota Kadin dari berbagai sektor dan daerah di Indonesia mencatat bahwa sekitar 40% responden memandang kondisi usaha saat ini dalam kategori positif, lebih tinggi dibandingkan 35% yang menilai negatif, sementara 25% responden mengungkapkan sentimen netral.

Dari sisi sektoral, Survei Kadin Indonesia Business Pulse Kuartal IV 2025 mencatat bahwa sektor jasa keuangan dan asuransi menjadi sektor dengan sentimen positif paling tinggi dibandingkan sektor lainnya. Sebanyak 78% responden di sektor ini menyatakan sentimen positif terhadap kondisi bisnis, jauh melampaui sektor-sektor lain seperti konstruksi (47%), perdagangan besar dan eceran (33%), maupun industri pengolahan (30%).

Selain itu, sekitar 56% pelaku usaha jasa keuangan menilai kondisi sektor industrinya membaik dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara sekitar 56% responden juga menyatakan berencana melakukan investasi dalam enam bulan ke depan. Tingginya optimisme ini turut tercermin pada 50% responden yang menyatakan keyakinan kuat bahwa kondisi bisnis dan perekonomian akan membaik pada 2026. Capaian tersebut menegaskan peran strategis sektor jasa keuangan dalam menjaga likuiditas, menopang pembiayaan, serta mendukung keberlangsungan aktivitas usaha.
Temuan hasil survei ini sejalan dengan berbagai indikator makro yang menunjukkan ketahanan sektor jasa keuangan. Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia pada kuartal IV 2025 mencatat bahwa lapangan usaha jasa keuangan mencatatkan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tertinggi yakni 1,95%, sekaligus menjadi salah satu sektor dengan kinerja paling solid di antara seluruh lapangan usaha yang dipantau. Kinerja tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas usaha di sektor jasa keuangan tetap kuat di penghujung tahun, serta berperan sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional.

Konsistensi sinyal positif dari dunia usaha ini mempertegas posisi sektor jasa keuangan sebagai penopang utama perekonomian nasional. Namun demikian, hasil survei juga menunjukkan bahwa menjaga momentum positif tersebut membutuhkan langkah lanjutan. Tantangan utama yang masih dirasakan pelaku usaha meliputi birokrasi dan regulasi (20%), akses pembiayaan (17%), serta permintaan pasar (13%), yang perlu mendapat perhatian berkelanjutan dari para pemangku kebijakan.
Ke depan, Kadin Indonesia Institute memandang bahwa keberlanjutan sentimen positif dunia usaha tidak hanya bergantung pada ketahanan sektor unggulan, tetapi juga pada kebijakan yang semakin responsif dan berpihak pada iklim usaha. Dengan penguatan deregulasi, penyederhanaan perizinan, serta sinergi yang lebih erat antara pemerintah, sektor keuangan, dan pelaku usaha, optimisme yang tercermin pada akhir 2025 diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan pada 2026.
Hasil lengkap survei dapat dilihat dalam Survei Business Pulse.


