BIWEEKLY

KII GEOPOLITICAL PULSE

EDISI XV – 10 Dampak Harian Perang Iran vs Israel-AS bagi Indonesia

Jesslyn

Editor: Jesslyn Katherine

Jesslyn Katherine adalah Program Manager di KADIN Indonesia Institute dengan pengalaman di geopolitik Amerika Serikat dan Timur Tengah. Ia meraih gelar M.P.A.–M.A. dari New York University serta B.A. dari Boston University dengan fokus pada kebijakan publik dan sains politik.

Signal Global 

Ketegangan di Timur Tengah, terutama risiko gangguan di Selat Hormuz, telah meningkatkan volatilitas energi dan pupuk global. Dampaknya langsung ke Indonesia karena ~80% LPG masih impor (±30% terkait Timur Tengah) dan ~33% perdagangan pupuk dunia melewati jalur tersebut. Akibatnya, setiap eskalasi geopolitik cepat diterjemahkan menjadi kenaikan biaya energi, gangguan distribusi, dan tekanan ekonomi yang dirasakan hingga tingkat rumah tangga. Kadin Indonesia Institute terinspirasi dari artikel dari New York Times berjudul “How the Iran War Has Rippled Across the World”, menyajikan ke pembaca bagaimana gejolak geoekonomi dunia mempengaruhi keseharian warga Indonesia, dan khususnya, dunia usaha Indonesia.

 

Dampak Lokal

LPG Langka di Tingkat Rumah Tangga

Ketergantungan impor membuat gangguan global langsung terasa di warung makan, restoran dan dapur. Ini secara langsung akan menaikkan biaya operasional.

Tips untuk Dunia Usaha: Mengkoordinasikan kerangka prioritas distribusi LPG bagi UMKM makanan & rumah tangga rentan.

 

UMKM Tertekan “Triple Squeeze”

Ada tiga hal yang harganya naik secara bersamaan: energi, bahan baku, dan logistik. Tiga hal ini atau triple squeeze membuat margin usaha semakin kecil.

Tips untuk Dunia Usaha: Menghimpun UMKM dan menjembatani akses ke pembiayaan cepat dari bank dan fintech, serta dukungan logistik, agar pelaku usaha tetap memiliki arus kas yang stabil.

 

Daya Beli Melemah (trading down)

Konsumen tidak berhenti belanja, tetapi downgrade: membeli lebih sedikit dan beralih ke produk lebih murah.

Tips untuk Dunia Usaha: Dorong pelaku usaha adaptasi ke value-tier products & kemasan kecil, yaitu produk dengan harga lebih terjangkau yang disesuaikan dengan daya beli konsumen saat ini.

 

Ekonomi berbasis Aplikasi Rentan Terganggu, seperti Ojol dan Taksol

Mitra ojek online dan taksi online menjadi lebih selektif karena biaya BBM naik, sementara pendapatan per order menurun akibat munculnya opsi layanan yang lebih murah.

Tips untuk Dunia Usaha: Dorong dialog dan kesepakatan baru antara platform dan pengemudi/mitra untuk menjaga keberlanjutan ekonomi.

  

Antrian BBM Lebih Panjang

Permintaan BBM subsidi meningkat saat harga global naik, menciptakan antrean di SPBU seperti yang juga terjadi di negara lain.

Tips untuk Dunia Usaha: Sinkronisasi prioritas BBM untuk sektor produktif (logistik & distribusi)

 

Harga Pupuk Naik, Petani Mengurangi Input

Gangguan global bisa menaikkan harga pupuk hingga ekstrem dan menekan produksi.

Tips untuk Dunia Usaha: Advokasi stabilisasi distribusi pupuk + dorong alternatif (organik/hybrid).

 

Tiket Pesawat Makin Mahal

Kenaikan harga avtur langsung diteruskan ke konsumen melalui harga tiket .

Tips untuk Dunia Usaha: Koordinasi efisiensi industri penerbangan domestik & skema insentif sementara.

 

Jam Operasional usaha mulai disesuaikan

Bisnis kecil mengurangi jam buka untuk menghemat energi dan biaya operasional.

Tips untuk Dunia Usaha: Deploy SME efficiency playbook (hemat energi & operasional cepat diterapkan).

  

Aktivitas Kerja Mulai dihemat

WFH tiap Jumat untuk ASN kini diterapkan untuk menekan mobilitas dan menghemat BBM, bahkan disertai pembatasan kendaraan pribadi di beberapa daerah.

Tips untuk Dunia Usaha: Dorong kebijakan kerja fleksibel di sektor non-kritikal.

  

Risiko Struktural: Ketergantungan Impor Energi

Indonesia tetap sangat tergantung pada impor energi & rantai global, karena inilah transisi energi dan elektrifikasi transportasi darat semakin mendesak. 

Tips untuk Dunia Usaha: Pimpin diversifikasi sumber impor + percepatan transisi energi berbasis bisnis.

 

Kesimpulan: Guncangan global bukan lagi bersifat eksternal –  melainkan sudah tertanam dalam kehidupan ekonomi sehari-hari di Indonesia. Pertanyaannya bukan lagi apakah gangguan akan terjadi, tetapi seberapa cepat dan efektif Indonesia mampu beradaptasi. Mandat KADIN jelas: bukan hanya mewakili kepentingan dunia usaha, tetapi mengintegrasikan sistem, menyelaraskan pemangku kepentingan, serta menjaga ketahanan ekonomi dari tingkat global hingga dampaknya dirasakan di rumah tangga.

Penanggung jawab oleh Mulya Amri, Ph.D. (Ketua Pengurus KII) dan Fakhrul Fulvian (Director of Insights KII ), dengan co-editor dari Abid A. Adonis (Phd Candidate, Universitas Oxford), Harry Darmawan (Akademisi, Universitas Indonesia), Jesslyn Katherine (Program Manager, KII), Ester Gaghana (Program Manager, KII) dan tim KII Geopolitical Pulse.

Tentang kami

Contact

support@kadininstitute.id

Menara Kadin Indonesia, Jl. H.R. Rasuna Said, Blok X-5 Kav. 2-3, Jakarta 12950

© 2025 Kadin Indonesia Institute