NEWS UPDATE

PMI Manufaktur Indonesia Februari 2026 Tembus 53,8, Tertinggi Hampir Dua Tahun

Indeks PMI Manufaktur Indonesia untuk Februari 2026 mencapai 53,8, naik dari 52,6 pada Januari, menjadi level tertinggi dalam hampir dua tahun menurut data dari S&P Global. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur, yang didorong oleh lonjakan permintaan baru dan peningkatan produksi. Permintaan baru telah tumbuh tujuh bulan berturut-turut, mencerminkan meningkatnya pelanggan dan membaiknya kepercayaan bisnis di sektor ini. (Kontan.co.id)

BI Perketat Pemantauan Pasar Dampak Konflik Timur Tengah, Rupiah Melemah

Bank Indonesia (BI) memperketat pemantauan pasar keuangan karena meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-off global. BI siap merespons secara terukur untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap sesuai fundamental ekonomi, termasuk melalui intervensi di pasar valuta asing dan pasar NDF domestik serta luar negeri. Sentimen konflik, setelah serangan AS terhadap Iran, membuat investor menghindari aset berisiko sehingga rupiah melemah sekitar 0,45% ke Rp16.835 per USD. BI menegaskan akan tetap aktif menjaga stabilitas pasar. (Kontan.co.id)

Inilah Tarif Ekspor Sawit Terbaru Mulai 2 Maret 2026, CPO Jadi 12,5%

Pemerintah menaikkan tarif pungutan ekspor minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya efektif 2 Maret 2026 melalui PMK No. 9/2026, menggantikan aturan sebelumnya. Tarif CPO naik dari 10% menjadi 12,5% dari harga referensi. Kenaikan juga berlaku pada produk sawit lain, misalnya crude palm olein/stearin (naik menjadi 12%) dan RBD palm olein (naik menjadi 10%-7,25%). Tarif tetap per metrik ton seperti bungkil inti sawit juga disesuaikan. Pemerintah menyatakan kebijakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah industri sawit nasional. (Kontan.co.id)

Ini Dampak Penutupan Selat Hormuz bagi Perdagangan Indonesia

Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Amerika, Israel, dan Iran mengganggu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan perdagangan energi dan barang global, termasuk rute ekspor-impor Indonesia. Gangguan ini berpotensi memperlambat arus perdagangan, menaikkan biaya logistik dan premi asuransi pengiriman karena risiko keamanan yang meningkat. Shinta Kamdani, Ketua Umum Apindo, menilai dampak langsungnya terlihat pada gangguan rute perdagangan dan potensi lonjakan biaya ekspor-impor Indonesia, sehingga pelaku usaha perlu mengantisipasi kenaikan tarif dan risiko distribusi. (Kontan.co.id)

Pemerintah Pastikan Jaga Daya Beli Masyarakat, Antisipasi Dampak Perang AS - Iran

Pemerintah Indonesia memastikan terus menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian global akibat perang antara Amerika Serikat dan Iran. Kemenko Perekonomian bersama Kemenkeu menyiapkan APBN untuk meredam dampak fluktuasi harga energi dan pangan. Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan kepada jutaan keluarga, serta menjaga stabilitas rupiah dengan koordinasi bersama Bank Indonesia. Pertamina juga menjamin stok BBM dan LPG aman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pemerintah menekankan akan terus memantau situasi dan mengambil kebijakan yang diperlukan demi kepentingan masyarakat. (Kontan.co.id)

BPS Mencatat Inflasi Bulanan Februari 2026 Mencapai 0,68%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulanan Indonesia pada Februari 2026 sebesar 0,68 % (month-to-month), setelah Januari 2026 mengalami deflasi 0,15 % mtm. Indeks Harga Konsumen naik dari 109,75 menjadi 110,50. Secara tahunan, inflasi year-to-date 0,53 %. Kelompok penyumbang terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau, terutama daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, tomat, beras, dan telur ayam. Emas perhiasan dan tarif angkutan udara turut mendorong inflasi, sementara bensin masih mendorong deflasi. (Kontan.co.id)

Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Menyusut Jadi US$ 0,95 Miliar Pada Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$ 0,95 miliar, lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Surplus ini menunjukkan ekspor masih lebih tinggi dari impor, namun pertumbuhan ekspor melemah sedangkan impor meningkat, sehingga selisih surplus menyusut. BPS juga mencatat tren surplus perdagangan secara umum masih berlanjut, meski dengan nilai yang lebih kecil di awal tahun ini. (Kontan.co.id)

Ekspor Indonesia Naik Awal Tahun, Ditopang Lonjakan Sawit Meski Batu Bara Menurun

Ekspor Indonesia naik di awal tahun karena lonjakan ekspor minyak sawit, yang mencapai 2,24 juta metrik ton dan naik 77,07% secara tahunan dengan nilai US$2,29 miliar. Pertumbuhan ini menjadi pendorong utama peningkatan ekspor nasional meski ekspor batu bara menurun. Kinerja ekspor sawit yang kuat membantu mengimbangi pelemahan dari komoditas energi seperti batu bara dalam data perdagangan periode tersebut. (Kontan.co.id)

Perang AS-Iran, Harga BBM Berpotensi Naik Lagi, Ekonomi Indonesia Rawan Tertekan

Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat harga minyak mentah dunia berpotensi naik lagi karena risiko gangguan pasokan melalui jalur penting Selat Hormuz yang dilewati sekitar 20–30% produksi minyak global. Kenaikan ini bisa mendorong harga BBM di Indonesia lebih tinggi setelah Pertamina sudah menaikkan harga non-subsidi pada awal Maret 2026. Para ekonom memperingatkan gejolak harga minyak berisiko menekan ekonomi global dan Indonesia, memicu volatilitas pasar, menambah beban subsidi energi, dan memperlemah rupiah jika konflik berkepanjangan. (Kontan.co.id)

Akses Kredit UMK Menurun, Pemerintah Perkuat Sinergi Inklusi Keuangan

Laporan “Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2025/2026” yang dirilis oleh Mastercard Center for Inclusive Growth dan Mercy Corps Indonesia mencatat akses kredit formal pelaku UMK menurun dari ~33% (2023) ke ~20% (2025), banyak yang masih memilih pinjaman informal. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperluas inklusi keuangan lewat sinergi dengan sektor swasta, program seperti Mastercard Strive Indonesia, dan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan 44 bank penyalur guna meningkatkan akses pembiayaan dan dukungan non-finansial bagi UMK. (Investor.id)

Tentang kami

Contact

support@kadininstitute.id

Menara Kadin Indonesia, Jl. H.R. Rasuna Said, Blok X-5 Kav. 2-3, Jakarta 12950

© 2025 Kadin Indonesia Institute