NEWS UPDATE

Revisi DHE SDA Belum Terbit, Ekonom Duga Pemerintah Masih Hitung Risiko ke Eksportir

Revisi aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) hingga kini belum diterbitkan. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai pemerintah kemungkinan masih menghitung risiko kebijakan tersebut terhadap eksportir. Pengetatan aturan dikhawatirkan mendorong eksportir memindahkan aktivitas keuangan ke luar negeri. Selain itu, fluktuasi nilai tukar rupiah serta kondisi pasar global membuat pemerintah perlu berhati-hati. Ia juga menilai insentif bagi eksportir untuk menempatkan dana di perbankan domestik masih belum cukup kuat sehingga kebijakan baru perlu dirancang secara lebih matang. (Kontan.co.id)

Harga Minyak US$ 100 per Barel Picu Inflasi, Pertumbuhan Ekonomi Berisiko Terkoreksi

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menilai lonjakan harga minyak dunia hingga di atas US$100 per barel berpotensi menekan perekonomian Indonesia. Kondisi tersebut diperkirakan dapat menurunkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 0,3%–0,5% serta memicu inflasi akibat peningkatan biaya energi. Kenaikan harga energi juga berisiko menekan daya beli masyarakat karena konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 53% terhadap PDB. Selain itu, terdapat potensi terjadinya stagflasi, yaitu perlambatan pertumbuhan ekonomi yang disertai inflasi tinggi. Pemerintah disarankan menyiapkan kebijakan antisipatif untuk meredam dampak gejolak harga energi global. (Kontan.co.id)

Ekonom Proyeksi BI-Rate Masih Ditahan di Level 4,75% Maret 2026

Ekonom memproyeksikan suku bunga acuan BI-Rate akan tetap dipertahankan pada level 4,75% dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada Maret 2026. Chief Economist BSI, Banjaran Surya Indrastomo, menilai kebijakan tersebut diambil karena nilai tukar rupiah masih menghadapi tekanan eksternal, meskipun berpotensi menguat. Sementara itu, Kepala Ekonom BCA, David Sumual, juga memperkirakan BI-Rate tetap ditahan akibat kenaikan harga minyak global yang meningkatkan ekspektasi inflasi. Dalam jangka pendek, rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.850–Rp17.050 per dolar AS. (Kontan.co.id)

Jumlah Pemudik Turun 1,75%, Potensi Perputaran Uang Diprediksi Capai 148 Triliun

Survei Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik Lebaran 2026 mencapai 143,9 juta orang atau turun 1,75% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, Kadin memperkirakan potensi perputaran uang selama periode mudik tetap besar, yakni sekitar Rp148 triliun. Perhitungan tersebut didasarkan pada estimasi 35,9 juta kepala keluarga yang masing-masing membawa rata-rata Rp4,125 juta. Dana tersebut diperkirakan digunakan untuk berbagai kebutuhan mudik, seperti transportasi, tol, bahan bakar, perawatan kendaraan, hingga belanja kebutuhan Lebaran dan oleh-oleh. Peningkatan konsumsi rumah tangga pada periode ini dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026. (Kontan.co.id)

Indonesia dan Malaysia Bahas Peningkatan Hubungan Perdagangan

Pemerintah Indonesia dan Malaysia membahas upaya peningkatan hubungan perdagangan bilateral dalam pertemuan antara Wakil Menteri Perdagangan Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri dan Wakil Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Sim Tze Tzin. Nilai perdagangan kedua negara pada 2025 mencapai US$24,22 miliar, dengan ekspor Indonesia sebesar US$13,09 miliar dan impor US$11,12 miliar. Pertemuan tersebut juga membahas dukungan Malaysia terhadap aksesi Indonesia ke CPTPP, penguatan kerja sama melalui Joint Trade and Investment Committee (JTIC), serta percepatan normalisasi perdagangan lintas batas Entikong–Tebedu guna meningkatkan konektivitas dan aktivitas ekonomi kedua negara. (Kontan.co.id)

Ekonom Sarankan Pemerintah Efisiensi Anggaran MBG Ketimbang Kerek Defisit Fiskal

Ekonom Senior INDEF, Didin S. Damanhuri, menyarankan pemerintah tidak memperlebar defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan meningkatkan efisiensi pada program strategis seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan pentingnya menjaga disiplin fiskal dengan mempertahankan batas defisit maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) guna menjaga stabilitas ekonomi serta kepercayaan pasar. Efisiensi MBG dinilai dapat dilakukan melalui perbaikan tata kelola dan pelibatan UMKM serta koperasi desa agar program lebih tepat sasaran sekaligus memperkuat ekonomi lokal dan pemerataan pendapatan. (Kontan.co.id)

Garmen Butuh Dukungan Banyak Sektor, termasuk Olahraga

Industri garmen yang merupakan bagian dari sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) dinilai memerlukan dukungan dari berbagai sektor untuk menjaga keberlanjutan dan penyerapan tenaga kerja. Sebagai industri padat karya, sektor ini sangat bergantung pada permintaan pasar. Salah satu potensi dukungan berasal dari sektor olahraga melalui penggunaan produk garmen dalam berbagai kegiatan dan kebutuhan perlengkapan. Sinergi antarindustri diharapkan dapat meningkatkan permintaan domestik, memperkuat daya saing, serta membantu menjaga stabilitas produksi dan lapangan kerja di industri garmen nasional. (Investor.id)

RI-Jepang Sepakat Kerja Sama Sektor Mineral Kritis dan Nuklir

Indonesia dan Jepang menandatangani Memorandum of Cooperation (MoC) untuk kerja sama di sektor mineral kritis dan energi nuklir dalam pertemuan bilateral di Tokyo. Kerja sama ini bertujuan memperkuat ketahanan energi, rantai pasok global, serta mendukung pengembangan teknologi energi bersih. Indonesia membuka peluang bagi pemerintah dan perusahaan Jepang untuk berkolaborasi dalam pengelolaan mineral strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, dan logam tanah jarang. Sementara itu, kerja sama di bidang nuklir difokuskan pada pengembangan teknologi energi rendah karbon dengan standar keselamatan tinggi guna mendukung transisi energi dan dekarbonisasi di kawasan Indo-Pasifik. (Investor.id)

Indonesia Matangkan Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Kepri Jadi Hub Industri Teknologi

Pemerintah Indonesia dan Singapura mematangkan rencana kerja sama ekspor listrik bersih yang tidak hanya berfokus pada perdagangan energi, tetapi juga untuk menarik investasi industri berteknologi tinggi. Proyek ini akan memanfaatkan energi terbarukan, terutama dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun di Kepulauan Riau diproyeksikan menjadi pusat industri hijau dan teknologi. Pemerintah menegaskan kebutuhan listrik domestik tetap menjadi prioritas sebelum ekspor dilakukan. Selain itu, kerja sama juga mencakup pengembangan teknologi rendah karbon seperti Carbon Capture Storage (CCS) guna mendukung ekosistem energi bersih di kawasan tersebut. (Investor.id)

Survei: Ekonomi Indonesia Cenderung Memburuk

Survei yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) menunjukkan bahwa persepsi terhadap kondisi ekonomi Indonesia cenderung memburuk. Sebanyak 48% pakar ekonomi menilai kondisi ekonomi semakin memburuk, 38% menyatakan tidak mengalami perbaikan, dan hanya sekitar 12% yang menilai terjadi perbaikan. Penilaian tersebut didasarkan pada perbandingan kondisi ekonomi saat ini dengan beberapa bulan sebelumnya serta prospek ke depan. Hasil survei mencerminkan meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, tekanan inflasi, dan efektivitas kebijakan ekonomi pemerintah. (Investor.id)

Tentang kami

Contact

support@kadininstitute.id

Menara Kadin Indonesia, Jl. H.R. Rasuna Said, Blok X-5 Kav. 2-3, Jakarta 12950

© 2025 Kadin Indonesia Institute