Satu Tahun Berjalan, Danantara Investment Management Kantongi Komitmen Rp 346 Triliun
Dalam satu tahun pertama operasionalnya, Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) berhasil memperoleh komitmen investasi asing sekitar Rp346 triliun melalui 11 kemitraan strategis global yang diformalkan melalui memorandum of understanding (MoU). Investasi tersebut ditujukan untuk mendukung berbagai sektor prioritas nasional. Selain itu, DIM turut meningkatkan kapasitas pembiayaan nasional sekitar Rp150 triliun melalui berbagai instrumen keuangan, seperti pinjaman, penyertaan modal, penerbitan obligasi patriot, dan fasilitas kredit bergulir. DIM juga terlibat dalam sejumlah proyek strategis di dalam dan luar negeri, termasuk pengembangan Kampung Haji di Mekkah dan proyek waste-to-energy, guna memperkuat dampak ekonomi dan sosial bagi Indonesia. (Kontan.co.id)
Kemenko PM Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Aceh
Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif di Aceh melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya tersebut dilakukan dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan digitalisasi, pendampingan manajemen usaha, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar. Selain itu, pemerintah juga memanfaatkan ruang publik dan aset yang belum produktif sebagai sarana promosi dan aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, memperkuat sektor ekonomi kreatif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Kontan.co.id)
Prabowo Dorong Listrifikasi, Perintahkan Bangun 100 Gigawatt Energi Surya
Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan elektrifikasi nasional melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 100 gigawatt. Kebijakan ini bertujuan mempercepat kemandirian energi dan memperkuat pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Ia menilai ketidakpastian global harus menjadi dorongan untuk mempercepat program strategis nasional. Pemerintah meyakini Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar sehingga mampu mewujudkan target tersebut dalam waktu relatif singkat. Program ini juga diharapkan mendukung transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. (Kontan.co.id)
Satu Tahun Danantara, Prabowo Klaim Return On Asset BUMN Capai 300%
Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa dalam satu tahun operasional Danantara, tingkat pengembalian aset (Return on Asset/ROA) perusahaan Badan Usaha Milik Negara meningkat lebih dari 300% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut disampaikan dalam peringatan satu tahun Danantara di Jakarta. Prabowo menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa pembentukan dana investasi negara tersebut merupakan keputusan tepat untuk mengelola aset negara secara terpusat. Ia juga menyoroti banyaknya entitas BUMN yang mencapai lebih dari seribu perusahaan serta menekankan perlunya pengelolaan dan pengawasan yang lebih baik untuk mencegah penyimpangan. (Kontan.co.id)
Di Tengah Gejolak Pasar, Pemerintah Klaim Minat Investor Pada SBN Masih Tinggi
Pemerintah menyatakan minat investor terhadap Surat Berharga Negara (SBN) tetap tinggi meskipun pasar keuangan global sedang bergejolak. Hal ini terlihat dari rasio bid to cover pada lelang Surat Utang Negara (SUN) yang masih di atas dua kali dan pada Sukuk Negara (SBSN) mencapai sekitar 3,1 kali. Kondisi tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. Pemerintah juga menilai strategi pembiayaan anggaran dilakukan secara antisipatif untuk menjaga ketersediaan kas negara serta mempertahankan fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar global. (Kontan.co.id)
Setoran Pajak Konsumsi Melonjak 97,4%, Pengamat: Bukan Efek Ledakan Konsumsi
Penerimaan pajak konsumsi pada awal 2026 meningkat tajam, terutama dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Hingga Februari 2026, realisasinya mencapai sekitar Rp85,9 triliun atau tumbuh 97,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pengamat menilai lonjakan tersebut tidak mencerminkan peningkatan konsumsi masyarakat. Kenaikan lebih dipengaruhi oleh faktor teknis, seperti pergeseran waktu pembayaran pajak dan basis pembanding yang rendah pada tahun sebelumnya. Oleh karena itu, data tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai bukti terjadinya ledakan konsumsi dalam perekonomian. (Kontan.co.id)
ICP Masih di Bawah US$70, Pemerintah Belum Berencana Ubah Asumsi APBN 2026
Pemerintah menyatakan belum berencana mengubah asumsi dasar APBN 2026 meskipun terjadi peningkatan ketegangan geopolitik global. Hal ini karena harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) masih berada di bawah asumsi US$70 per barel. Rata-rata ICP hingga kini sekitar US$68 per barel, sehingga belum memberi tekanan signifikan terhadap fiskal negara. Pada Februari 2026, ICP tercatat US$68,79 per barel, naik dari Januari sebesar US$64,41. Pemerintah tetap memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi geopolitik. Penyesuaian kebijakan fiskal dapat dipertimbangkan jika tekanan global meningkat dan memengaruhi asumsi makro APBN. (Kontan.co.id)
Industri Tambang Mulai Integrasikan Solusi Energi Rendah Karbon
Industri pertambangan mulai mengintegrasikan solusi energi rendah karbon guna mendukung transformasi menuju praktik green mining yang lebih efisien dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan melalui pemanfaatan energi terbarukan seperti pembangkit listrik tenaga surya, sistem penyimpanan energi baterai, serta pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik dan elektrifikasi armada operasional tambang. Langkah tersebut dinilai mampu menekan emisi karbon, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperkuat daya saing industri. Keberhasilan transformasi ini juga memerlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan serta penyesuaian teknologi dengan karakteristik operasional masing-masing tambang. (Investor.id)
Skema Multiusaha Kehutanan Buka Peluang Hilirisasi
Skema Multiusaha Kehutanan (MUK) dinilai mampu meningkatkan kinerja pengelolaan hutan produksi sekaligus membuka peluang hilirisasi komoditas berbasis kawasan hutan. Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong percepatan penerapan MUK berbasis lanskap, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung, melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada produksi kayu, tetapi juga pengembangan hasil hutan nonkayu serta komoditas unggulan daerah, seperti kelapa. Selain meningkatkan produktivitas hutan, skema tersebut diharapkan memperkuat rantai nilai, mendukung perhutanan sosial, mengurangi konflik kawasan hutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (Investor.id)
Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Alami Kontraksi dalam Dua Bulan Beruntun
Penerimaan kepabeanan dan cukai Indonesia mengalami kontraksi selama dua bulan berturut-turut pada awal 2026. Hingga 28 Februari 2026, realisasinya mencapai Rp44,9 triliun atau 13,4% dari target tahunan Rp336 triliun, turun 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan terutama dipicu oleh turunnya produksi pada akhir 2025 serta merosotnya harga minyak kelapa sawit yang menekan penerimaan bea keluar. Sementara itu, bea masuk justru tumbuh 1,7% menjadi Rp7,8 triliun akibat meningkatnya aktivitas impor nasional. (Investor.id)