Keyakinan Konsumen Turun, Kenaikan Harga Pangan dan Ketidakpastian Global jadi Pemicu
Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan akibat kenaikan harga pangan dan ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan konsumsi dan pengeluaran. Meski menurun, IKK masih berada pada zona optimistis karena nilainya tetap di atas 100. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurahman, menilai penurunan optimisme konsumen dipengaruhi tekanan harga pangan serta meningkatnya risiko ekonomi global yang dapat melemahkan daya beli dan ekspektasi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi ke depan. (Kontan.co.id)
EkonimoLesu dan Kekhawatiran Meningkat, Kelas Menengah Tahan Beli Mobil, Simpan Emas
Pelemahan kondisi ekonomi dan meningkatnya ketidakpastian membuat kelas menengah menunda pembelian mobil. Menurut Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, masyarakat menjadi lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, khususnya untuk barang bernilai besar. Pendapatan kelas menengah yang meningkat sekitar 3,5% per tahun dinilai tidak sebanding dengan kenaikan harga mobil yang mencapai 5–7%. Akibatnya, sebagian konsumen memilih menahan konsumsi dan mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, seperti emas. Fenomena ini menunjukkan daya beli kelas menengah masih tertekan dan turut memengaruhi permintaan di sektor otomotif nasional. (Kontan.co.id)
Gejolak Timur Tengah Hantam Industri Nasional, Pengusaha Ungkap Dampak dan Mitigasinya
Gejolak konflik di Timur Tengah mulai berdampak pada industri nasional melalui kenaikan harga minyak dunia, gangguan rantai pasok, lonjakan biaya logistik dan asuransi pelayaran, serta tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Harga minyak bahkan melampaui US$100 per barel sehingga meningkatkan biaya produksi berbagai sektor. Industri yang paling rentan terdampak antara lain petrokimia, logistik, penerbangan, makanan dan minuman, serta manufaktur padat energi. Pelaku usaha berupaya melakukan mitigasi dengan menahan kenaikan harga produk guna menjaga daya beli, meskipun tetap mempertimbangkan penyesuaian harga untuk menutup kenaikan biaya input. (Kontan.co.id)
Kemenkop Dorong Proyek Fiber Optik Jalur KA untuk Dukung Kopdes Merah Putih
Kementerian Koperasi mendorong pembangunan jaringan fiber optik yang mengikuti jalur kereta api sebagai infrastruktur digital untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Proyek backbone fiber optik lingkar Jawa yang digagas Kopindosat diharapkan memperluas akses internet, terutama di wilayah yang masih terbatas jaringan. Infrastruktur ini akan menunjang layanan digital koperasi, seperti pengelolaan data dan transaksi. Pemerintah menilai koneksi internet yang stabil penting untuk mempercepat digitalisasi serta pengembangan sekitar 83.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia. (Kontan.co.id)
Harga Minyak Melonjak, Ekonom Minta Pemerintah Perbarui Asumsi Makro APBN
Lonjakan harga minyak dunia yang melampaui asumsi dalam APBN mendorong ekonom meminta pemerintah memperbarui asumsi makro anggaran negara. Ekonom Bank Permata, Faisal menilai pemerintah perlu menyesuaikan kembali parameter APBN dengan kondisi ekonomi global terkini. Kenaikan harga minyak berpotensi meningkatkan beban subsidi energi serta memperlebar defisit anggaran. Jika tidak diantisipasi, hal ini dapat menekan ruang fiskal dan mengganggu stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah disarankan melakukan penyesuaian proyeksi makro serta menyiapkan langkah mitigasi agar dampak kenaikan harga minyak terhadap APBN dapat dikelola dengan baik. (Kontan.co.id)
Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Dipangkas, Tapi Belanja Tak Terkait Makanan Dicoret
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan dipangkas. Pemerintah hanya akan menertibkan dan mencoret belanja yang tidak produktif atau tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan. Contohnya, pengajuan pembelian barang seperti kendaraan atau komputer yang tidak mendukung tujuan program. Pemerintah juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala guna memastikan penggunaan anggaran berlangsung efektif, efisien, dan tepat sasaran. (Kontan.co.id)
Danantara Siapkan Anggaran hingga Rp 16 Triliun untuk Proyek Rusun Subsidi Meikarta
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyiapkan pendanaan sekitar Rp14 triliun hingga Rp16 triliun untuk pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang. Proyek ini akan membangun 18 menara setinggi sekitar 32 lantai di atas lahan 12,8 hektare guna menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Setiap menara diperkirakan memiliki sekitar 2.300 unit, dengan tahap awal sekitar 47.000 unit dan target total mencapai 141.000 unit. Danantara akan mendukung pembiayaan secara penuh serta bekerja sama dengan BUMN karya dan kontraktor swasta agar pembangunan berjalan optimal. (Kontan.co.id)
INDEF: Rupiah Masih Berpotensi Melemah Ditengah Gejolak Ekonomi Global
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik, terutama di Timur Tengah. Pada 9 Maret 2026, rupiah ditutup sekitar Rp16.949 per dolar AS dan mendekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS. Tekanan terhadap rupiah dipicu kondisi ekonomi global yang berat serta struktur pasar keuangan domestik yang relatif dangkal. Dalam situasi tersebut, investor cenderung melepas aset berdenominasi rupiah dan mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti emas. (Kontan.co.id)
Hashim Djojohadikusumo: Sektor Perumahan Mampu Sokong Ekonomi 2% Per Tahun
Hashim Djojohadikusumo menyatakan sektor perumahan berpotensi menyumbang tambahan pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 1,5%–2% per tahun. Hal ini dapat tercapai apabila program pembangunan tiga juta rumah per tahun berjalan efektif. Sektor perumahan dinilai memiliki efek berganda yang luas karena berkaitan dengan sekitar 185 subsektor industri, termasuk konstruksi, bahan bangunan, dan rantai pasok properti. Selain mendorong aktivitas ekonomi, program tersebut juga diharapkan membantu mengatasi kebutuhan rumah layak huni bagi jutaan keluarga yang masih menunggu akses perumahan. (Kontan.id)
Awas, Penurunan Prospek Utang Bisa Merambat ke Sektor Riil
Perubahan prospek peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif oleh Fitch Ratings dinilai Himpunan Kawasan Industri Indonesia sebagai sinyal serius yang dapat berdampak pada sektor riil. Meskipun peringkat masih berada pada level investment grade, perubahan tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap konsistensi kebijakan ekonomi dan tata kelola fiskal. Kondisi ini berpotensi memengaruhi persepsi risiko negara, meningkatkan biaya pembiayaan proyek, serta membuat investor lebih berhati-hati atau menunda investasi industri. Jika tidak direspons dengan kebijakan yang jelas dan stabil, situasi tersebut dapat menurunkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi dibanding negara lain di kawasan. (Investor.id)