Cadangan Devisa Terus Menurun, Capai US$ 151,9 Miliar pada Februari 2026
Cadangan devisa Indonesia pada Februari 2026 turun menjadi US$151,9 miliar, dari US$154,6 miliar pada Januari 2026. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah serta langkah Bank Indonesia menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Meski menurun, cadangan devisa tersebut masih dinilai cukup kuat karena setara dengan pembiayaan sekitar 6 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menilai posisi ini masih mampu menjaga ketahanan sektor eksternal dan stabilitas ekonomi nasional. (Kontan.co.id)
BI Sebut Inklusi dan Literasi Keuangan Perlu Terus Ditingkatkan
Bank Indonesia (BI) menilai literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia masih perlu terus ditingkatkan agar pemanfaatan layanan keuangan semakin optimal. Peningkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan penting untuk mendorong stabilitas sistem keuangan serta pertumbuhan ekonomi. Meski akses terhadap layanan keuangan terus berkembang, pemahaman masyarakat belum merata sehingga berpotensi menimbulkan risiko, seperti penipuan atau penggunaan produk keuangan yang tidak tepat. Karena itu, BI bersama pemerintah, perbankan, dan lembaga terkait terus memperkuat edukasi serta memperluas akses layanan keuangan agar masyarakat lebih mampu mengelola keuangan dan memanfaatkan produk keuangan secara bijak. (Kontan.co.id)
Konflik Iran Memanas, Pemerintah Siapkan Skenario untuk Jaga Ekonomi Domestik
Pemerintah Indonesia menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi dampak ekonomi dari memanasnya konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah menjaga stabilitas ekonomi domestik, terutama jika harga energi global naik. Pemerintah akan memanfaatkan APBN sebagai “shock absorber” melalui subsidi energi, bantuan sosial, serta kebijakan untuk menjaga daya beli masyarakat. Koordinasi juga dilakukan dengan Bank Indonesia guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar keuangan. Langkah-langkah ini diharapkan mampu meredam dampak ketidakpastian global terhadap inflasi, harga komoditas, dan pertumbuhan ekonomi nasional. (Kontan.co.id)
Danantara Kantongi Investasi Pabrik PLTS US$ 1,4 M, Pembangunan Rampung Akhir Tahun
Danantara memperoleh investasi sekitar US$1,4 miliar (±Rp23,6 triliun) untuk membangun pabrik panel surya pendukung PLTS di Indonesia. Pabrik ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 50 gigawatt (GW) dan diperkirakan rampung pada akhir 2026. Proyek ini bertujuan mendukung percepatan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di berbagai daerah, terutama desa yang sudah memiliki jaringan distribusi listrik. Pemerintah juga menargetkan pengembangan PLTS nasional hingga 100 GW, dengan tahap awal sekitar 13 GW. Kehadiran pabrik tersebut diharapkan memperkuat rantai pasok energi bersih domestik serta mendukung transisi energi di Indonesia. (Kontan.co.id)
Koreksi Arah Ekonomi, Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Implementasi Prabowonomics
Menteri Koperasi menyatakan program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih merupakan implementasi konsep Prabowonomics, yaitu upaya mengoreksi arah ekonomi Indonesia yang dinilai terlalu liberal dan kapitalistik. Pemerintah ingin mengembalikan ekonomi ke model ekonomi kerakyatan berbasis koperasi, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945. Kopdes Merah Putih diposisikan sebagai instrumen utama untuk memperkuat ekonomi desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperluas kepemilikan ekonomi oleh rakyat. Program ini juga diharapkan menjadi motor demokrasi ekonomi dan memperkuat peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. (Kontan.co.id)
Pemerintah Bakal Percepat Konversi Motor Listrik, Target 6 Juta per Tahun
Pemerintah berencana mempercepat program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik dengan target hingga 6 juta unit per tahun. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut percepatan ini didorong oleh perkembangan teknologi yang membuat biaya konversi semakin murah. Pemerintah juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) transisi energi untuk mengawal program tersebut. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan sekitar 120 juta motor berbahan bakar bensin di Indonesia serta mempercepat peralihan ke kendaraan ramah lingkungan. Skema subsidi atau insentif bagi masyarakat masih disiapkan agar program konversi lebih terjangkau. (Kontan.co.id)
Ekonom Maybank: Private Placement SUN Efektif Redam Tekanan Likuiditas
Pemerintah menerbitkan Surat Utang Negara (SUN) sebesar sekitar Rp4 triliun melalui mekanisme private placement. Ekonom Maybank menilai langkah ini efektif meredam tekanan likuiditas di pasar keuangan domestik, terutama saat kebutuhan dana pemerintah meningkat menjelang periode pembayaran THR, bantuan sosial, serta subsidi dan kompensasi. Strategi ini juga dinilai lebih efisien dibandingkan penerbitan di pasar reguler karena dapat dilakukan secara cepat dan terarah kepada investor tertentu. Kebijakan tersebut diharapkan membantu menjaga stabilitas likuiditas sekaligus mendukung pembiayaan APBN tanpa menimbulkan gejolak besar di pasar obligasi. (Kontan.co.id)
Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi
Pemerintah memastikan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga Hari Raya Idulfitri 2026, meskipun harga minyak dunia berpotensi naik akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah menjaga stabilitas energi agar daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan dan Lebaran. Selain itu, pemerintah memastikan stok BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat saat mudik. Sementara itu, harga BBM non-subsidi tetap mengikuti mekanisme pasar sesuai regulasi, sehingga dapat berubah mengikuti harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. (Kontan.co.id)
Biaya Logistik Industri Mebel Melonjak hingga 50% Imbas Perang
Konflik antara Iran, AS, dan Israel mulai berdampak pada industri mebel Indonesia melalui lonjakan biaya logistik global. Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyebut biaya pengiriman sudah naik sekitar 50% karena gangguan jalur perdagangan di Timur Tengah. Jika Selat Hormuz ditutup, kapal harus mencari rute lebih jauh sehingga biaya operasional dan bahan bakar meningkat, bahkan berpotensi naik hingga dua kali lipat. Meski demikian, pelaku industri tetap optimistis karena perdagangan masih bisa berjalan melalui transaksi digital dan pemasaran daring. (Investor.id)
RI Konsisten Jalankan Pengelolaan Hutan Lestari
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya menjalankan pengelolaan hutan secara lestari dengan memperhatikan aspek ekologi, sosial, dan ekonomi. Hal ini disampaikan Kementerian Kehutanan saat menerima audiensi perusahaan Jepang terkait pembelian wood pellet dari Gorontalo. Pemerintah juga memastikan pengendalian deforestasi melalui sistem verifikasi legalitas dan kelestarian (SVLK) yang menjamin produk kehutanan berasal dari sumber legal dan berkelanjutan serta dapat ditelusuri sepanjang rantai pasok. Investasi industri biomassa tersebut dinilai telah memenuhi regulasi, sekaligus memberi dampak ekonomi bagi daerah, termasuk penyerapan lebih dari 1.500 tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekitar 9%. (Investor.id)