Kadin Institute Perkuat Peran Strategis Dunia Usaha melalui Fasilitasi dan Advisory Kebijakan
Jakarta, 30 November – 2 Desember 2025 – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia 2025 menjadi momentum konsolidasi strategis dunia usaha nasional dalam merespons dinamika ekonomi global dan tantangan pembangunan nasional. Mengusung tema “Kadin Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja, untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Indonesia”, Rapimnas tahun ini menegaskan peran Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong inovasi, produktivitas, investasi, dan perdagangan menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pelaksanaan Rapimnas 2025, Kadin Indonesia Institute (KII) berperan aktif dalam memfasilitasi proses perumusan agenda strategis, memberikan advisory berbasis data dan analisis, serta menyusun bahan-bahan strategis Ketua Umum Kadin Indonesia untuk memastikan diskusi dan rekomendasi Rapimnas bersifat aplikatif, realistis, dan selaras dengan arah kebijakan nasional.
Konsolidasi Nasional Dunia Usaha

Rapimnas Kadin Indonesia 2025 dihadiri oleh:
- Ketua MPR RI, Ketua DPR RI, dan Ketua DPD RI
- 18 Menteri, Wakil Menteri, dan Kepala Lembaga Negara
- 1.653 anggota Kadin dari pusat, daerah, dan asosiasi
- Perwakilan dunia usaha nasional dan mitra internasional
Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini menegaskan posisi Kadin sebagai forum strategis yang mempertemukan dunia usaha dan pengambil kebijakan dalam satu dialog nasional.
Di tengah ketidakpastian global, Rapimnas menyoroti posisi Indonesia sebagai bright spot kawasan, dengan kinerja ekonomi yang relatif stabil. Data terkini menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05%, inflasi terkendali di 2,86%, serta surplus perdagangan USD 4,34 miliar, yang memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia 2026.
Pendekatan Bottom-Up dan Peran Kadin Institute
Rapimnas 2025 merupakan puncak dari rangkaian rapat daerah dan rapat internal Kadin di berbagai provinsi, yang dirancang menggunakan pendekatan bottom-up. Aspirasi daerah, sektor, dan asosiasi dunia usaha dihimpun dan diolah menjadi masukan strategis nasional.
Dalam proses ini, Kadin Indonesia Institute berperan sebagai:
- Fasilitator konsolidasi gagasan dari daerah dan sektor
- Penyedia analisis kebijakan dan ekonomi berbasis data
- Penyusun bahan strategis untuk Ketua Umum Kadin Indonesia dalam sesi pleno dan dialog kebijakan
Pendekatan ini memastikan bahwa rekomendasi Rapimnas tidak hanya normatif, tetapi berangkat dari tantangan riil dunia usaha di lapangan.
Dunia Usaha dan Agenda Prioritas Nasional
Rapimnas menegaskan pentingnya peran dunia usaha, yang menyumbang sekitar 70% PDB dan 90% lapangan kerja nasional. Sejalan dengan target peningkatan kontribusi investasi terhadap PDB dari 29% (2024) menjadi 40% (2029), Kadin mendorong berbagai inisiatif konkret.
Beberapa quick wins Kadin yang disoroti antara lain:
- Satgas Makan Bergizi
- Satgas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
- Satgas Pekerja Migran
- Satgas Program Kewirausahaan dan Gizi
Selain itu, Rapimnas juga memperkenalkan inisiatif baru “Jembatan Desa Produktif & Aman”, sebagai bentuk pemanfaatan CSR teknologi tepat guna untuk mendukung akses pendidikan dan produktivitas desa.
Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi

Rapimnas 2025 menghadirkan lebih dari 30 pembicara utama dari kementerian dan lembaga negara, termasuk:
- Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia
- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
- Menteri Keuangan
- Menteri Investasi dan Hilirisasi
- Menteri Perdagangan
- Menteri Dalam Negeri
- Menteri Ketenagakerjaan
- Menteri UMKM
- Menteri Kesehatan
- Menteri Pertanian
- Menteri Pariwisata
- Jaksa Agung Republik Indonesia
- Kepala BRIN dan Kepala Badan Gizi Nasional
Diskusi berlangsung melalui sesi pleno nasional dan sesi paralel tematik, yang membahas isu produktivitas, investasi, ketenagakerjaan, UMKM, energi, pangan, kesehatan, hingga reformasi fiskal.
Rekomendasi Strategis Rapimnas 2025
Rapimnas menghasilkan lima klaster rekomendasi utama, yang difasilitasi dan dirumuskan melalui sidang-sidang komisi:
- Perencanaan ketenagakerjaan berbasis kebutuhan riil industri
- Penguatan rantai pasok nasional melalui pendekatan inklusif dan ekonomi sirkular
- Perluasan insentif dan akses pembiayaan, termasuk bagi pekerja informal dan perusahaan menengah domestik
- Penyelarasan kebijakan pengupahan dengan produktivitas
- Penguatan ekosistem riset, inovasi, dan perlindungan pasar domestik
Rekomendasi ini menjadi pokok-pokok pikiran resmi Kadin Indonesia 2025, yang akan ditindaklanjuti melalui advokasi kebijakan dan kolaborasi dengan pemerintah.
Peran Kadin Institute ke Depan

Melalui Rapimnas 2025, Kadin Indonesia Institute menegaskan perannya sebagai think tank strategis Kadin, yang tidak hanya mendukung proses internal organisasi, tetapi juga memperkuat kualitas dialog kebijakan antara dunia usaha dan pemerintah.
Ke depan, KII akan melanjutkan perannya dalam:
- Penyusunan policy brief dan rekomendasi lanjutan
- Penguatan kapasitas organisasi dan kepemimpinan dunia usaha
- Penyediaan basis data dan analisis strategis untuk agenda nasional Kadin
Rapimnas Kadin Indonesia 2025 menjadi bukti nyata semangat gotong royong dunia usaha Indonesia dalam memperluas lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kemandirian ekonomi nasional.


