Jakarta, 19 November 2025 – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyelenggarakan seminar “Unpacking and Implementing Bilateral Trade Pathways – Indonesia–Canada CEPA (ICA-CEPA)” di Four Seasons Hotel Jakarta. Kegiatan ini memberikan pemahaman komprehensif bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, mengenai substansi, peluang, dan implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Kanada, yang ditandatangani pada 24 September 2025 dan ditargetkan berlaku pada 2026.
Acara dihadiri pejabat pemerintah, pelaku usaha, akademisi, investor, serta perwakilan lembaga internasional. Pembicara utama antara lain Ambassador Jess Dutton, Pahala Mansury (Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan & Perjanjian Internasional), dan Greg Elms (Wakil Ketua Indonesia Canada Chamber of Commerce).
ICA-CEPA: Membuka Era Baru Kemitraan Ekonomi

ICA-CEPA memberikan akses pasar untuk barang dan jasa, investasi, pengurangan tarif, penghapusan hambatan non-tarif, dan kerja sama sektor UMKM, lingkungan, ketenagakerjaan, serta tata kelola regulasi.
Data perdagangan terbaru:
- Nilai perdagangan bilateral Indonesia–Kanada pada 2023: USD 5,1 miliar, meliputi manufaktur, sumber daya alam, dan komoditas pertanian.
- Ekspor Indonesia ke Kanada: elektronik, karet, pakaian jadi, alas kaki, dan kakao.
- Investasi Kanada di Indonesia 2024: USD 492,7 juta, 75% di sektor pertambangan.
- ICA-CEPA akan menghapus 90,5% pos tarif Kanada untuk produk Indonesia.

Ambassador Jess Dutton membuka seminar dengan menekankan: ICA-CEPA marks a new chapter in our economic partnership. The agreement lays the foundation, and now we must focus on concrete steps to turn opportunities into real trade and investment.”
Strategi Sektor dan Peluang Ekonomi

Pahala Mansury menyampaikan keynote mengenai sektor prioritas ICA-CEPA dan peluang ekspansi Indonesia ke Kanada:
“Sektor strategis seperti kopi, kokoa, garment, otomotif, dan mineral kritis akan menjadi pendorong utama ekspor Indonesia. ICA-CEPA membuka peluang besar bagi perusahaan kita untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing global.”
Selanjutnya, Daniel Tumpal S. Simanjuntak, Direktur Jenderal Hubungan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kementerian Luar Negeri, memaparkan arahan implementasi:
“Indonesia’s economic diplomacy will promote fairer trade, market expansion for Indonesia’s exported products—including in non-traditional markets—and support downstream industrialization to increase domestic value added.”
Pak Daniel juga menekankan kesiapan regulasi, sertifikasi, ESG, traceability, dan harmonisasi standar sebagai langkah konkret bagi dunia usaha dan UMKM menghadapi pemberlakuan ICA-CEPA pada 2026.
Diskusi Panel Lintas Sektor

Dipandu oleh Dr. Mulya Amri, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Institute – think tank resmi Kadin Indonesia – panel menampilkan:
- Daniel Tumpal S. Simanjuntak – perspektif kebijakan & implementasi ICA-CEPA
- Millie Lukito – perspektif Kadin dalam mendorong keterlibatan lebih banyak UMKM dan pelaku usaha
- Vinícius Mendes Ferreira (PT Vale Indonesia Tbk) – sektor pertambangan dan mineral kritis
Millie Lukito menekankan:
“Kami mendukung UMKM Indonesia untuk naik kelas, seperti UMKM Kanada, dan ICA-CEPA membuka pintu perdagangan lebih luas ke Kanada. Hal ini tentunya memerlukan penguatan kapasitas agar UMKM dapat mematuhi standar internasional sehingga lebih berdaya saing di pasar global.”
Panel membahas kesiapan regulasi, harmonisasi standar, strategi penetrasi pasar, peluang investasi, serta kolaborasi jangka panjang antara sektor swasta Indonesia dan Kanada.
Penguatan Kapasitas & Tindak Lanjut
Kadin Indonesia melalui Kadin Indonesia Institute (KII) akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk mempersiapkan tindak lanjut, diantaranya:
- Policy brief berisi ringkasan dan rekomendasi bagi kementerian/lembaga.
- Pelatihan: kepatuhan, sertifikasi, ESG, dokumentasi ekspor.
- Dialog publik dan keterlibatan media.
- Dashboard informasi CEPA & modul e-learning untuk pelaku usaha.
Inisiatif ini mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat diplomasi ekonomi, meningkatkan daya saing ekspor, dan memberdayakan UMKM agar lebih siap bersaing di pasar global.
Penguatan Kapasitas & Tindak Lanjut
Kadin Indonesia melalui Kadin Indonesia Institute (KII) akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk mempersiapkan tindak lanjut, diantaranya:
- Policy brief berisi ringkasan dan rekomendasi bagi kementerian/lembaga.
- Pelatihan: kepatuhan, sertifikasi, ESG, dokumentasi ekspor.
- Dialog publik dan keterlibatan media.
- Dashboard informasi CEPA & modul e-learning untuk pelaku usaha.
Inisiatif ini mendukung Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat diplomasi ekonomi, meningkatkan daya saing ekspor, dan memberdayakan UMKM agar lebih siap bersaing di pasar global.


