Jakarta, 19 Agustus 2025 — Kadin Indonesia Institute menggelar forum strategis Business Opportunity Outlook bertajuk “Meraih Peluang Bisnis Dapur MBG dengan Pendanaan, Bahan Baku, dan Alat Dapur”, sebuah inisiatif untuk membuka wawasan pelaku industri mengenai peluang komersial di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah dilaksanakan pemerintah.
Program MBG, yang menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 dapur umum di berbagai daerah, tidak hanya berfokus meningkatkan status gizi anak Indonesia, namun juga menciptakan rantai pasok pangan baru yang mampu menggerakkan UMKM, pemasok bahan baku, distributor, produsen peralatan dapur, hingga perusahaan teknologi logistik.
MBG: Dari Program Sosial Menjadi Katalis Ekosistem Bisnis Nasional
Dalam forum ini, Kadin Indonesia Institute menekankan bahwa MBG perlu dipandang sebagai platform bisnis lintas sektor. Rantai pasok makanan bergizi—mulai dari penyimpanan dingin, pengolahan pangan, dapur umum, distribusi, hingga edukasi nutrisi—memerlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Dua perspektif utama memperkaya diskusi:
peran industri pangan terfortifikasi dan pengalaman operator dapur MBG di lapangan.
Kontribusi Industri dalam Memperkuat Rantai Pasok Gizi

Diwakili oleh Vera Galuh Sugijanto, Vice President General Secretary, PT Danone Indonesia, sesi ini menyoroti kontribusi sektor swasta dalam memperluas dampak MBG melalui program edukasi gizi, penyediaan produk bernutrisi tinggi, hingga inovasi logistik dan pengemasan yang mendukung aksesibilitas. Inisiatif Danone seperti:
- penyediaan makanan bergizi dan susu fortifikasi,
- edukasi makan seimbang untuk guru, orang tua, dan siswa,
- serta pengelolaan sampah organik sekolah melalui teknologi sederhana,
menunjukkan bagaimana perusahaan besar dapat mendukung tujuan MBG sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi UMKM, distributor lokal, dan pelaku rantai pasok makanan lainnya.
Perspektif Lapangan: Kebutuhan Nyata 1.000+ Dapur MBG

Dari sisi pelaksana teknis, Satwika Ary Saputra, CEO PT Inspirasi Kuliner Indonesia dan pendiri dapur MBG, menyampaikan gambaran operasional langsung mengenai pembangunan dan pengelolaan dapur MBG. Pengalamannya mencakup:
- desain dapur berskala besar,
- pengadaan bahan baku harian,
- perekrutan tenaga kerja lokal,
- serta pengaturan logistik yang efektif di wilayah beragam.
Perspektif ini menegaskan bahwa MBG membuka pasar baru bagi UMKM—mulai dari penyedia bahan segar, peralatan dapur modular, sistem pengemasan, hingga layanan distribusi last-mile.
Peluang Besar bagi UMKM dan Industri Pendukung
Forum ini menyoroti lima peluang bisnis utama yang muncul dari implementasi dapur MBG:
1. Solusi Peralatan & Infrastruktur Dapur
Kebutuhan dapur berskala besar mendorong peluang bagi produsen kitchenware, cold storage, sistem cooking line, dan desain dapur modular.
2. Pengolahan & Pengemasan Pangan
UMKM dengan produk siap olah, bahan baku segar, dan kemasan nutrisi-friendly berpotensi menjadi pemasok tetap dapur MBG.
3. Logistik Pangan
Distribusi bahan baku—khususnya di daerah non-perkotaan—membuka ruang bagi pelaku logistik kecil maupun startup last-mile delivery.
4. Edukasi Nutrisi & Sustainability
Program edukasi yang ditunjang industri dapat diintegrasikan ke sekolah dan dapur umum untuk memperkuat dampak gizi.
5. Model Investasi & Pembiayaan
Permintaan modal kerja, peralatan dapur, dan sistem pengadaan harian membuka peluang bagi lembaga pembiayaan, inkubator bisnis, serta investor sektor pangan.
Menghubungkan Dunia Usaha untuk Transformasi Gizi Nasional

Melalui forum ini, Kadin Indonesia Institute mempertemukan korporasi, UMKM, investor, dan pelaku industri pangan untuk membangun pemahaman bersama mengenai nilai ekonomi dari rantai pasok gizi nasional.
Keterlibatan multipihak diharapkan dapat mempercepat lahirnya solusi dapur MBG yang terstandar, inklusif, dan dapat diskalakan secara nasional.
Program MBG kini dipandang bukan hanya sebagai intervensi pemerintah, tetapi sebagai kesempatan strategis untuk memperkuat industri pangan Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas hidup jutaan anak.


